Friday, April 13, 2018

KLIPING PENYAKIT GINJAL DAN HATI


A.    Fungsi Ginjal Secara Normal
Ginjal merupakan sepasang organ yang berbentuk seperti kacang, masing-masing berukuran sekira kepalan tangan, yang terletak di bagian belakang perut bagian atas di kedua sisi tulang belakang. Secara normal fungsi ginjal adalah membersihkan darah dari produk limbah dan membuangnya ke urine. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan unsur-unsur mineral penting, seperti natrium dan kalium, serta memproduksi hormon yang diperlukan untuk mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah.
B.     Apa itu gagal ginjal?
Gagal Ginjal (renal failure) merupakan istilah non-spesifik yang menggambarkan penurunan fungsi ginjal seperti di atas. Jika pada setiap tahap proses penyaringan ginjal diblokir baik karena kerusakan ginjal langsung (misalnya karena diabetes) atau oleh penyumbatan tidak langsung (seperti oleh batu ginjal), maka itu dapat menyebabkan gagal ginjal. Ada dua jenis utama gagal ginjal, yaitu gagal ginjal akut dan kronik. Gagal ginjal akut (GGA) atau Acute Renal Failure (ARF) terjadi ketika ginjal tiba-tiba berhenti menyaring produk limbah dari darah. Sedangkan, Gagal ginjal kronik (GGK) atau Chronic Renal Failure (CRF) berkembang perlahan-lahan dan berangsur memberat dengan sedikit gejala pada tahap awal. Untuk mengetahui perbedaannya lebih lanjut, silahkan baca: Gagal Ginjal Akut vs Kronik
C.    Apa saja gejala gagal ginjal?
Gejala gagal ginjal akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan (stadium), progresifitas dan penyebabnya. Gejala gagal ginjal akut diantaranya retensi cairan, perdarahan internal, kebingungan, kejang dan koma. Sedangkan pada gagal ginjal kronis, seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun sampai fungsi ginjal menurun hingga tinggal 20 persennya atau kurang. Pada kondisi ini, berbagai gejala atau tanda berikut mungkin muncul, seperti : tes urin yang abnormal, tekanan darah tinggi, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, rasa logam pada lidah, anemia, sesak napas, nyeri dada, kebingungan, koma, kejang, sakit kepala, mati rasa dan kesemutan, mudah memar, gatal-gatal, lemah, penurunan output urine, otot berkedut dan kram, tulang kropos, perdarahan di saluran usus, kulit berwarna kuning kecoklatan, kelebihan cairan dan gangguan tidur.
D.    Bagaimana gagal ginjal didiagnosis?
Untuk mendiagnosis gagal ginjal, selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga memerlukan pemeriksaan penunjang laboratorium untuk mengkonfirmasi kecurigaan yang didapat. Tes darah yang paling umum digunakan yaitu tes kadar kreatinin. Kreatinin adalah molekul normal yang ditemukan pada otot. Ginjal, ketika berfungsi normal, harus menghapus kreatinin dari darah dan membuangnya ke urin. Namun, ketika pasien mengalami gagal ginjal pada tingkat tertentu, maka akan memiliki peningkatan serum kreatinin atau dengan kata lain kreatinin menumpuk dalam darah. Hal ini sering menjadi tanda pertama dari gagal ginjal dan dapat terjadi bahkan sebelum pasien merasa sakit.



E.     Apa penyebab gagal ginjal?
Gagal ginjal memiliki berbagai penyebab, tergantung pada janisnya.
1. Dehidrasi
Dehidrasi adalah sebuah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah cairan yang cukup dan menyebabkan sistem metabolisme tubuh menjadi terganggu. Ada beberapa tahapan dehidrasi mulai dari tahap ringan, berat hingga sangat parah. Dehidrasi bisa tergantung pada berat badan dan jumlah cairan yang hilang dari tubuh. Tanda pertama dehidrasi adalah ketika tubuh terus merasa haus dan urin berwarna lebih keruh. Selain itu, dehidrasi juga bisa ditandai dengan sakit kepala tiba-tiba, lelah, mulut dan bibir lebih kering, jumlah urin yang lebih kecil.
Dehidrasi yang lebih parah dapat menyebabkan gangguan ginjal kronis karena tidak ada cairan yang bisa diserap oleh ginjal. Penyakit ginjal kronis bisa berujung pada gagal ginjal. Kondisi dehidrasi ini juga mempengaruhi kesehatan lainnya seperti :
·         penyebab anyang anyangan
·         penyebab darah kental

2. Diabetes
Ketika tubuh memiliki kadar gula yang terlalu tinggi atau lebih sering disebut dengan kondisi diabetes maka akan menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras. Ginjal akan menyerap darah dalam jumlah yang lebih tinggi sehingga menyebabkan pembuluh darah yang bertugas menyaring darah bisa bekerja terlalu banyak. Kemudian setelah beberapa lama ginjal tidak mampu menyaring semua bagian limbah dari darah dan menyebabkan kebocoran. Akibatnya maka urin mengandung protein yang seharusnya tinggal dalam tubuh. Ginjal akan kehilangan fungsinya dengan ditandai penemuan protein tinggi dalam urin. Ginjal tidak bisa bekerja lagi kemudian terjadilah gagal ginjal.
Bahaya diabetes ini dapat terjadi karena kaya hidup yang salah, yakni pada :
·         bahaya junk food
·         bahaya makan mie dengan nasi

3. Hipertensi
Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah bekerja terlalu keras karena aliran darah yang terlalu kuat. Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah rusak termasuk pembuluh darah yang ada pada bagian ginjal. Arteri besar dan pembuluh darah kecil yang menuju ginjal dapat rusak. Kemudian secara perlahan ginjal mengalami penurunan fungsi dan menyebabkan banyak cairan limbah yang menumpuk pada ginjal.
Informasi mengenai darah tinggi selengkapnya, baca juga disini :
·         penyebab darah tinggi
·         makanan penurun darah tinggi
·         makanan penyebab darah tinggi

4. Penyakit Ginjal Polikistik
Penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan kerusakan kemampuan ginjal karena banyaknya zat beracun yang harus disaring oleh ginjal. Penyakit ini secara perlahan akan menyebabkan ginjal tidak berfungsi sehingga pada tahap akhir dapat menyebabkan gagal ginjal. Penyakit ini sering ditemukan pada usia lanjut sekitar 55 tahun ke atas.
5. Glomerulonefritis
Penyakit ini menyebabkan peradangan pada bagian penyaringan di ginjal yang menyerang bagian nefron. Peradangan ini menyebabkan banyak kotoran dari sisa metabolisme yang seharusnya keluar tapi hanya menumpuk di bagian ginjal. Penyakit ini bisa menjadi faktor penyebab gagal ginjal dalam waktu yang sangat cepat.
6. Refluks Nefropati
Penyakit ini disebabkan karena semua zat yang telah melewati proses penyaringan dalam ginjal dan keluar bersama urin kembali masuk ke bagian ginjal. Penyebabkan bisa terjadi karena kandung kemih mengalami masalah tidak bisa memeras sehingga katup yang seharusnya menuju ureter tidak bisa bekerja. Secara perlahan penyakit ini akan menyebabkan gagal ginjal. Kelainan ini juga sering terjadi pada anak-anak dan menjadi salah satu kondisi sejak lahir.
7. Konsumsi Obat Berlebihan
Kebiasaan mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan yang mengandung bahan lithium dan siklosporin dapat memicu terjadinya gagal ginjal. Hal ini disebabkan karena ginjal bekerja terlalu keras untuk menyaring semua limbah yang dihasilkan dari sisa obat dalam tubuh. Akibat yang paling parah dari kebiasaan minum obat berlebihan adalah gagal ginjal permanen.
Obat-obatan tersebut termasuk pada :
·         jenis antibiotik
·         obat tramadol
·         efek samping parasetamol
·         jenis obat analgesik

8. Serangan Jantung
Ketika penderita mengalami serangan jantung maka aliran darah yang menuju jantung akan mengalami masalah atau bahkan ginjal tidak menerima darah dari jantung. Jika kondisi ini terus terjadi maka ginjal tidak dapat berfungsi dan terjadi penumpukan aliran limbah pada jantung. Jika tidak mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat maka gagal jantung akan menyebabkan gagal ginjal.
Serangan jantung ini sering ditandai dengan beberapa kondisi seperti :
·         penyebab jantung berdebar
·         penyebab dada sakit
·         nyeri dada kiri

9. Gangguan Fungsi Hati
Pengaruh hati yang mengalami masalah karena terlalu banyak mengkonsumsi zat asetaminofen dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut atau gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi karena ginjal bekerja terlalu berat untuk memisahkan zat tersebut dari darah. Kerusakan pada bagian nefron dan organ penyaring dalam ginjal memicu kerusakan ginjal parah sehingga ginjal kehilangan fungsinya.

F.     Bagaimana cara mengobati gagal ginjal?
Pengobatan Gagal ginjal akut (ARF / GGA) Sebagian besar, ginjal akan kembali pulih setidaknya sebagian dari fungsinya jika penyebab yang mendasari telah diatasi. Dalam beberapa kasus, gagal ginjal akut terjadi begitu parah sehingga dialisis (cuci darah) dengan mesin ginjal buatan diperlukan. Lebih lanjut silahkan baca: gagal ginjal akut Pengobatan Gagal ginjal kronis (CRF /GGK) Seperti pada GGA, penyakit yang mendasarinya harus diatasi. Jika hipertensi, maka pasien harus rajin minum obat antihipertensi dan pada pasien diabetes harus selalu mengontrol gula darah nya. Untungnya, ginjal memiliki kemampuan kompensasi yang besar. Bahkan ketika pasien yang telah kehilangan fungsi ginjalnya hingga 80 persen, namun tidak memerlukan terapi karena sejumlah kecil sisa ginjal sudah cukup untuk membersihkan tubuh dari limbah. Lebih lanjut silahkan baca: gagal ginjal kronik Namun, pada pasien dengan gagal ginjal yang begitu parah, maka untuk bertahan hidup ada dua pilihan: dialisis dan transplantasi. Dialisis dapat dilakukan dalam satu dari dua cara – baik oleh hemodialisis (HD) atau dialisis peritoneal (PD). HD mensyaratkan bahwa pasien harus tersambung ke mesin dialisis di rumah atau di pusat dialisis, biasanya tiga kali per minggu. Transplantasi ginjal telah menjadi pengobatan terbaik bagi banyak pasien dengan gagal ginjal stadium akhir. Kebanyakan pusat telah mencapai tingkat keberhasilan yang sangat tinggi karena perkembangan obat imunosupresan selama 5 sampai 10 tahun yang lebih spesifik dan kurang toksik. Sayangnya, keberhasilan transplantasi telah menyebabkan waktu tunggu yang panjang karena penyediaan organ yang tidak mudah dan kebanyakan pasien tetap pada dialisis selama bertahun-tahun sampai organ ginjal untuknya tersedia.









Definisi
Apa itu penyakit hati (penyakit liver)?
Penyakit hati atau penyakit liver adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor yang merusak hati, seperti virus dan penggunaan alkohol. Obesitas juga berhubungan dengan kerusakan hati. Seiring waktu, kerusakan hati berdampak pada luka di jaringan (sirosis), yang dapat menyebabkan gagal hati, suatu kondisi yang mengancam jiwa.
Hati adalah organ yang bekerja paling keras di dalam tubuh. Berukuran seperti bola yang berada tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut Anda. Terdiri dari 2 bagian: lobus kiri dan lobus kanan. Hati penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan tubuh kita dari zat beracun dan menyimpan energi bagi tubuh untuk digunakan bila diperlukan.
Penyebab
Apa penyebab penyakit hati?
Ada banyak penyebab dan beberapa yang utama menyebabkan penyakit hati adalah:
Infeksi
Parasit dan virus dapat menginfeksi hati, menyebabkan peradangan dan mengurangi fungsi hati. Virus yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau urin, makanan atau air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi. Jenis yang paling umum dari infeksi hati adalah virus hepatitis, termasuk:
·         Hepatitis A
·         Hepatitis B
·         Hepatitis C

Kelainan sistem kekebalan tubuh
Penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh (autoimun) dapat mempengaruhi hati Anda. Contoh penyakit hati autoimun meliputi:
·         Autoimmune hepatitis
·         Primary biliary cirrhosis
·         Primary sclerosing cholangitis

Genetika
Ada gen abnormal yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua Anda dapat menyebabkan berbagai zat untuk menumpuk dalam hati Anda, yang mengakibatkan kerusakan hati. Penyakit hati genetik meliputi:
·         Hemochromatosis
·         Hiperoksaluria dan oxalosis
·         Penyakit Wilson

Lainnya
Tambahan, penyebab umum dari penyakit hati termasuk:
·         Penyalahgunaan alkohol kronis
·         Lemak terakumulasi dalam hati (penyakit hati berlemak nonalkohol).

Siapa yang berisiko terkena penyakit hati?
Orang dengan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit hati termasuk:
·         Penggunaan alkohol berat
·         Penyuntikan obat menggunakan jarum bersama
·         Tato atau tindikan
·         Transfusi darah sebelum tahun 1992
·         Terpapar darah dan cairan tubuh orang lain
·         Hubungan seks tanpa kondom
·         Paparan bahan kimia tertentu atau racun
·         Diabetes
·         Obesitas
·         Tingginya kadar trigliserida dalam darah Anda.

Tanda dan Gejala
Apa saja gejala penyakit hati?
Tanda dan gejala penyakit liver termasuk:
·         Kulit dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)
·         Nyeri perut dan bengkak
·         Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
·         Kulit yang gatal
·         Warna urin gelap
·         Warna feses pucat, atau berdarah
·         Kelelahan kronis
·         Mual atau muntah
·         Kehilangan selera makan
·         Kecenderungan untuk mudah memar.

Kapan saya harus ke dokter?
Buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda persisten atau gejala yang membuat Anda khawatir. Cari perhatian medis segera jika Anda memiliki sakit perut yang sangat parah sehingga Anda tidak bisa tinggal diam.
Diagnosis
Menemukan penyebab dan tingkat kerusakan hati sangatlah penting dalam membantu pengobatan.
Dokter Anda mungkin memulai dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Dokter mungkin merekomendasikan:
·         Anda harus melakukan tes darah. Itu berarti sekelompok tes darah yang disebut tes fungsi hati dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit hati. Tes darah lainnya bisa dilakukan untuk mencari masalah hati tertentu atau kondisi genetik.
·         Atau Anda akan melakukan tes pencitraan. Dalam tes ini, CT scan, MRI dan USG bisa menunjukkan kerusakan hati.
·         Jaringan Anda akan dianalisis dengan mengangkat sampel jaringan (biopsi) dari hati Anda untuk mendiagnosa penyakit hati. Biopsi hati yang paling sering dilakukan dengan menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui kulit untuk mengambil sampel jaringan. Kemudian dianalisis di laboratorium.

Pengobatan
Apa pengobatan untuk penyakit hati?
Pengobatan untuk penyakit hati tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit hati Anda. Untuk overdosis parasetamol (juga dikenal sebagai acetaminophen overdosis), pengobatan dengan membalikkan efek parasetamol. Jika penyebabnya adalah infeksi virus seperti hepatitis, dokter akan meresepkan obat untuk mengobati infeksi dan memonitor hati Anda secara teratur. Beberapa masalah hati dapat diobati dengan mudah dengan modifikasi gaya hidup, seperti menghentikan penggunaan alkohol atau menurunkan berat badan yang mungkin menjadi bagian dari program kesehatan Anda. Tapi masalah hati lain mungkin harus diobati dengan obat atau mungkin memerlukan operasi. Selain itu, pengobatan untuk penyakit hati yang menyebabkan gagal hati mungkin memerlukan transplantasi hati.
Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit hati?
Ada banyak komplikasi penyakit hati. Ketika hati Anda mulai gagal, organ lain menjadi terpengaruh. Berikut adalah beberapa komplikasi dari gagal hati akut:
·         Edema serebral: Ini adalah cairan yang berlebihan dalam otak yang dapat menyebabkan tekanan di otak dan mencegah otak dari mendapatkan oksigen.
·         Gangguan perdarahan: Karena hati bertanggung jawab untuk memproduksi faktor pembekuan darah, gagal hati akut akan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol, biasanya di saluran pencernaan.
·         Infeksi: Anda menjadi lebih berisiko untuk infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan dan saluran kencing
·         Gagal ginjal: Bila hati gagal, ginjal akan bekerja lebih keras dan sulit untuk mengelola penyaringan racun dalam tubuh. Ini bisa menjadi organ berikutnya yang gagal.
Komplikasi dapat dicegah dengan mengelola risiko dan perkembangan kondisi Anda. Penting untuk berbicara dengan dokter Anda untuk menemukan cara untuk mencegah komplikasi ini.


Hidup Dengan Penyakit Hati
Bagaimana cara mengelola penyakit hati saya?
Jika Anda memiliki penyakit hati, hati Anda akan melakukan tugasnya dengan lebih mudah dan dapat memperbaiki beberapa kerusakan hati jika Anda memiliki pola makan yang sehat. Diet yang tidak sehat dapat membuat kerja hati Anda lebih keras dan dapat menyebabkan banyak kerusakan itu.
Bicarakan dengan dokter Anda tentang jenis diet yang terbaik untuk Anda sehingga Anda mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat.
Rekomendasi umum untuk pasien dengan penyakit hati yang berat meliputi:
·         Makan karbohidrat dalam jumlah besar. Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam diet ini.
·         Makan asupan lemak dalam jumlah sedang, seperti yang ditentukan oleh dokter. Peningkatan karbohidrat dan lemak membantu mencegah pemecahan protein dalam hati.
·         Memiliki sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti bahwa orang dengan 154-pound (70 kilogram) harus makan 70 gram protein per hari. Ini tidak termasuk protein dari makanan dan sayuran bertepung. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin perlu makan lebih sedikit protein. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kebutuhan protein Anda.
·         Konsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks.
·         Mengurangi jumlah garam yang Anda konsumsi (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari) jika Anda mempertahankan cairan.



Terimakasih Telah Mengunjungi Web Kami

By - Yudi Hartadi . SyncNet

No comments:

Post a Comment