A. Fungsi
Ginjal Secara Normal
Ginjal merupakan
sepasang organ yang berbentuk seperti kacang, masing-masing berukuran sekira
kepalan tangan, yang terletak di bagian belakang perut bagian atas di kedua
sisi tulang belakang. Secara normal fungsi ginjal adalah membersihkan darah
dari produk limbah dan membuangnya ke urine. Ginjal juga berfungsi
menyeimbangkan unsur-unsur mineral penting, seperti natrium dan kalium, serta
memproduksi hormon yang diperlukan untuk mengatur tekanan darah dan produksi
sel darah merah.
B. Apa
itu gagal ginjal?
Gagal Ginjal (renal
failure) merupakan istilah non-spesifik yang menggambarkan penurunan fungsi
ginjal seperti di atas. Jika pada setiap tahap proses penyaringan ginjal
diblokir baik karena kerusakan ginjal langsung (misalnya karena diabetes) atau
oleh penyumbatan tidak langsung (seperti oleh batu ginjal), maka itu dapat
menyebabkan gagal ginjal. Ada dua jenis utama gagal ginjal, yaitu gagal ginjal
akut dan kronik. Gagal ginjal akut (GGA) atau Acute Renal Failure (ARF) terjadi
ketika ginjal tiba-tiba berhenti menyaring produk limbah dari darah. Sedangkan,
Gagal ginjal kronik (GGK) atau Chronic Renal Failure (CRF) berkembang
perlahan-lahan dan berangsur memberat dengan sedikit gejala pada tahap awal.
Untuk mengetahui perbedaannya lebih lanjut, silahkan baca: Gagal Ginjal Akut vs
Kronik
C. Apa
saja gejala gagal ginjal?
Gejala gagal ginjal
akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan (stadium), progresifitas dan
penyebabnya. Gejala gagal ginjal akut diantaranya retensi cairan, perdarahan
internal, kebingungan, kejang dan koma. Sedangkan pada gagal ginjal kronis,
seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun sampai fungsi ginjal menurun
hingga tinggal 20 persennya atau kurang. Pada kondisi ini, berbagai gejala atau
tanda berikut mungkin muncul, seperti : tes urin yang abnormal, tekanan darah
tinggi, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, rasa logam
pada lidah, anemia, sesak napas, nyeri dada, kebingungan, koma, kejang, sakit
kepala, mati rasa dan kesemutan, mudah memar, gatal-gatal, lemah, penurunan
output urine, otot berkedut dan kram, tulang kropos, perdarahan di saluran
usus, kulit berwarna kuning kecoklatan, kelebihan cairan dan gangguan tidur.
D. Bagaimana
gagal ginjal didiagnosis?
Untuk mendiagnosis
gagal ginjal, selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga memerlukan
pemeriksaan penunjang laboratorium untuk mengkonfirmasi kecurigaan yang
didapat. Tes darah yang paling umum digunakan yaitu tes kadar kreatinin.
Kreatinin adalah molekul normal yang ditemukan pada otot. Ginjal, ketika
berfungsi normal, harus menghapus kreatinin dari darah dan membuangnya ke urin.
Namun, ketika pasien mengalami gagal ginjal pada tingkat tertentu, maka akan
memiliki peningkatan serum kreatinin atau dengan kata lain kreatinin menumpuk
dalam darah. Hal ini sering menjadi tanda pertama dari gagal ginjal dan dapat
terjadi bahkan sebelum pasien merasa sakit.
E. Apa
penyebab gagal ginjal?
Gagal ginjal
memiliki berbagai penyebab, tergantung pada janisnya.
1.
Dehidrasi
Dehidrasi
adalah sebuah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah cairan yang cukup dan
menyebabkan sistem metabolisme tubuh menjadi terganggu. Ada beberapa tahapan
dehidrasi mulai dari tahap ringan, berat hingga sangat parah. Dehidrasi bisa
tergantung pada berat badan dan jumlah cairan yang hilang dari tubuh. Tanda
pertama dehidrasi adalah ketika tubuh terus merasa haus dan urin berwarna lebih
keruh. Selain itu, dehidrasi juga bisa ditandai dengan sakit kepala
tiba-tiba, lelah, mulut dan bibir lebih kering, jumlah urin yang lebih kecil.
Dehidrasi
yang lebih parah dapat menyebabkan gangguan ginjal kronis karena tidak ada
cairan yang bisa diserap oleh ginjal. Penyakit ginjal kronis bisa berujung pada
gagal ginjal. Kondisi dehidrasi ini juga mempengaruhi kesehatan lainnya seperti
:
2.
Diabetes
Ketika
tubuh memiliki kadar gula yang terlalu tinggi atau lebih sering disebut dengan
kondisi diabetes maka akan menyebabkan ginjal bekerja
terlalu keras. Ginjal akan menyerap darah dalam jumlah yang lebih tinggi
sehingga menyebabkan pembuluh darah yang bertugas menyaring darah bisa bekerja
terlalu banyak. Kemudian setelah beberapa lama ginjal tidak mampu menyaring
semua bagian limbah dari darah dan menyebabkan kebocoran. Akibatnya maka urin
mengandung protein yang seharusnya tinggal dalam tubuh. Ginjal akan kehilangan
fungsinya dengan ditandai penemuan protein tinggi dalam urin. Ginjal tidak bisa
bekerja lagi kemudian terjadilah gagal ginjal.
Bahaya
diabetes ini dapat terjadi karena kaya hidup yang salah, yakni pada :
3.
Hipertensi
Tekanan darah
tinggi membuat
pembuluh darah bekerja terlalu keras karena aliran darah yang terlalu kuat.
Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah rusak termasuk pembuluh darah yang
ada pada bagian ginjal. Arteri besar dan pembuluh darah kecil yang menuju
ginjal dapat rusak. Kemudian secara perlahan ginjal mengalami penurunan fungsi
dan menyebabkan banyak cairan limbah yang menumpuk pada ginjal.
Informasi
mengenai darah tinggi selengkapnya, baca juga disini :
4.
Penyakit Ginjal Polikistik
Penyakit ginjal polikistik dapat menyebabkan kerusakan
kemampuan ginjal karena banyaknya zat beracun yang harus disaring oleh ginjal.
Penyakit ini secara perlahan akan menyebabkan ginjal tidak berfungsi sehingga
pada tahap akhir dapat menyebabkan gagal ginjal. Penyakit ini sering ditemukan
pada usia lanjut sekitar 55 tahun ke atas.
5.
Glomerulonefritis
Penyakit
ini menyebabkan peradangan pada bagian penyaringan di ginjal yang menyerang
bagian nefron. Peradangan ini menyebabkan banyak kotoran dari sisa metabolisme
yang seharusnya keluar tapi hanya menumpuk di bagian ginjal. Penyakit ini bisa
menjadi faktor penyebab gagal ginjal dalam waktu yang sangat cepat.
6.
Refluks Nefropati
Penyakit
ini disebabkan karena semua zat yang telah melewati proses penyaringan dalam
ginjal dan keluar bersama urin kembali masuk ke bagian ginjal. Penyebabkan bisa
terjadi karena kandung kemih mengalami masalah tidak bisa memeras sehingga
katup yang seharusnya menuju ureter tidak bisa bekerja. Secara perlahan
penyakit ini akan menyebabkan gagal ginjal. Kelainan ini juga sering terjadi
pada anak-anak dan menjadi salah satu kondisi sejak lahir.
7.
Konsumsi Obat Berlebihan
Kebiasaan
mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan yang mengandung bahan lithium dan
siklosporin dapat memicu terjadinya gagal ginjal. Hal ini disebabkan karena
ginjal bekerja terlalu keras untuk menyaring semua limbah yang dihasilkan dari
sisa obat dalam tubuh. Akibat yang paling parah dari kebiasaan minum obat
berlebihan adalah gagal ginjal permanen.
Obat-obatan
tersebut termasuk pada :
8.
Serangan Jantung
Ketika
penderita mengalami serangan jantung maka aliran darah yang menuju jantung akan
mengalami masalah atau bahkan ginjal tidak menerima darah dari jantung. Jika
kondisi ini terus terjadi maka ginjal tidak dapat berfungsi dan terjadi
penumpukan aliran limbah pada jantung. Jika tidak mendapatkan perawatan yang
cepat dan tepat maka gagal jantung akan menyebabkan gagal ginjal.
Serangan
jantung ini sering ditandai dengan beberapa kondisi seperti :
9.
Gangguan Fungsi Hati
Pengaruh
hati yang mengalami masalah karena terlalu banyak mengkonsumsi zat asetaminofen
dapat menyebabkan kerusakan ginjal akut atau gagal ginjal. Hal ini bisa terjadi
karena ginjal bekerja terlalu berat untuk memisahkan zat tersebut dari darah.
Kerusakan pada bagian nefron dan organ penyaring dalam ginjal memicu kerusakan
ginjal parah sehingga ginjal kehilangan fungsinya.
F. Bagaimana
cara mengobati gagal ginjal?
Pengobatan Gagal
ginjal akut (ARF / GGA) Sebagian besar, ginjal akan kembali pulih setidaknya
sebagian dari fungsinya jika penyebab yang mendasari telah diatasi. Dalam
beberapa kasus, gagal ginjal akut terjadi begitu parah sehingga dialisis (cuci
darah) dengan mesin ginjal buatan diperlukan. Lebih lanjut silahkan baca: gagal
ginjal akut Pengobatan Gagal ginjal kronis (CRF /GGK) Seperti pada GGA,
penyakit yang mendasarinya harus diatasi. Jika hipertensi, maka pasien harus
rajin minum obat antihipertensi dan pada pasien diabetes harus selalu
mengontrol gula darah nya. Untungnya, ginjal memiliki kemampuan kompensasi yang
besar. Bahkan ketika pasien yang telah kehilangan fungsi ginjalnya hingga 80
persen, namun tidak memerlukan terapi karena sejumlah kecil sisa ginjal sudah
cukup untuk membersihkan tubuh dari limbah. Lebih lanjut silahkan baca: gagal
ginjal kronik Namun, pada pasien dengan gagal ginjal yang begitu parah, maka
untuk bertahan hidup ada dua pilihan: dialisis dan transplantasi. Dialisis
dapat dilakukan dalam satu dari dua cara – baik oleh hemodialisis (HD) atau dialisis
peritoneal (PD). HD mensyaratkan bahwa pasien harus tersambung ke mesin
dialisis di rumah atau di pusat dialisis, biasanya tiga kali per minggu.
Transplantasi ginjal telah menjadi pengobatan terbaik bagi banyak pasien dengan
gagal ginjal stadium akhir. Kebanyakan pusat telah mencapai tingkat
keberhasilan yang sangat tinggi karena perkembangan obat imunosupresan selama 5
sampai 10 tahun yang lebih spesifik dan kurang toksik. Sayangnya, keberhasilan
transplantasi telah menyebabkan waktu tunggu yang panjang karena penyediaan
organ yang tidak mudah dan kebanyakan pasien tetap pada dialisis selama
bertahun-tahun sampai organ ginjal untuknya tersedia.
Definisi
Apa
itu penyakit hati (penyakit liver)?
Penyakit
hati atau penyakit liver adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai
faktor yang merusak hati, seperti virus dan penggunaan alkohol. Obesitas juga
berhubungan dengan kerusakan hati. Seiring waktu, kerusakan hati berdampak pada
luka di jaringan (sirosis), yang dapat menyebabkan gagal hati, suatu kondisi
yang mengancam jiwa.
Hati
adalah organ yang bekerja paling keras di dalam tubuh. Berukuran seperti bola
yang berada tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut Anda. Terdiri dari
2 bagian: lobus kiri dan lobus kanan. Hati penting untuk mencerna makanan,
menyingkirkan tubuh kita dari zat beracun dan menyimpan energi bagi tubuh untuk
digunakan bila diperlukan.
Penyebab
Apa
penyebab penyakit hati?
Ada
banyak penyebab dan beberapa yang utama menyebabkan penyakit hati adalah:
Infeksi
Parasit
dan virus dapat menginfeksi hati, menyebabkan peradangan dan mengurangi fungsi
hati. Virus yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau
urin, makanan atau air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dekat dengan orang
yang terinfeksi. Jenis yang paling umum dari infeksi hati adalah virus
hepatitis, termasuk:
·
Hepatitis
A
·
Hepatitis
B
·
Hepatitis
C
Kelainan
sistem kekebalan tubuh
Penyakit
di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh
(autoimun) dapat mempengaruhi hati Anda. Contoh penyakit hati autoimun
meliputi:
·
Autoimmune hepatitis
·
Primary biliary cirrhosis
·
Primary sclerosing cholangitis
Genetika
Ada
gen abnormal yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua Anda dapat
menyebabkan berbagai zat untuk menumpuk dalam hati Anda, yang mengakibatkan
kerusakan hati. Penyakit hati genetik meliputi:
·
Hemochromatosis
·
Hiperoksaluria
dan oxalosis
·
Penyakit
Wilson
Lainnya
Tambahan,
penyebab umum dari penyakit hati termasuk:
·
Penyalahgunaan
alkohol kronis
·
Lemak
terakumulasi dalam hati (penyakit hati berlemak nonalkohol).
Siapa
yang berisiko terkena penyakit hati?
Orang
dengan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit hati termasuk:
·
Penggunaan
alkohol berat
·
Penyuntikan
obat menggunakan jarum bersama
·
Tato
atau tindikan
·
Transfusi
darah sebelum tahun 1992
·
Terpapar
darah dan cairan tubuh orang lain
·
Hubungan
seks tanpa kondom
·
Paparan
bahan kimia tertentu atau racun
·
Diabetes
·
Obesitas
·
Tingginya
kadar trigliserida dalam darah Anda.
Tanda
dan Gejala
Apa
saja gejala penyakit hati?
Tanda
dan gejala penyakit liver termasuk:
·
Kulit
dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)
·
Nyeri
perut dan bengkak
·
Pembengkakan
pada kaki dan pergelangan kaki
·
Kulit
yang gatal
·
Warna
urin gelap
·
Warna
feses pucat, atau berdarah
·
Kelelahan
kronis
·
Mual
atau muntah
·
Kehilangan
selera makan
·
Kecenderungan
untuk mudah memar.
Kapan
saya harus ke dokter?
Buatlah
janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda persisten atau gejala
yang membuat Anda khawatir. Cari perhatian medis segera jika Anda memiliki
sakit perut yang sangat parah sehingga Anda tidak bisa tinggal diam.
Diagnosis
Menemukan
penyebab dan tingkat kerusakan hati sangatlah penting dalam membantu
pengobatan.
Dokter
Anda mungkin memulai dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Dokter
mungkin merekomendasikan:
·
Anda
harus melakukan tes darah. Itu berarti sekelompok tes darah yang disebut tes
fungsi hati dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit hati. Tes darah lainnya
bisa dilakukan untuk mencari masalah hati tertentu atau kondisi genetik.
·
Atau
Anda akan melakukan tes pencitraan. Dalam tes ini, CT scan, MRI dan USG bisa
menunjukkan kerusakan hati.
·
Jaringan
Anda akan dianalisis dengan mengangkat sampel jaringan (biopsi) dari hati Anda
untuk mendiagnosa penyakit hati. Biopsi hati yang paling sering dilakukan
dengan menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui kulit untuk mengambil
sampel jaringan. Kemudian dianalisis di laboratorium.
Pengobatan
Apa
pengobatan untuk penyakit hati?
Pengobatan
untuk penyakit hati tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit
hati Anda. Untuk overdosis parasetamol (juga dikenal sebagai acetaminophen
overdosis), pengobatan dengan membalikkan efek parasetamol. Jika penyebabnya
adalah infeksi virus seperti hepatitis, dokter akan meresepkan obat untuk
mengobati infeksi dan memonitor hati Anda secara teratur. Beberapa masalah hati
dapat diobati dengan mudah dengan modifikasi gaya hidup, seperti menghentikan
penggunaan alkohol atau menurunkan berat badan yang mungkin menjadi bagian dari
program kesehatan Anda. Tapi masalah hati lain mungkin harus diobati dengan
obat atau mungkin memerlukan operasi. Selain itu, pengobatan untuk penyakit
hati yang menyebabkan gagal hati mungkin memerlukan transplantasi hati.
Apa
saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit hati?
Ada
banyak komplikasi penyakit hati. Ketika hati Anda mulai gagal, organ lain
menjadi terpengaruh. Berikut adalah beberapa komplikasi dari gagal hati akut:
·
Edema
serebral: Ini adalah cairan yang berlebihan dalam otak yang dapat menyebabkan
tekanan di otak dan mencegah otak dari mendapatkan oksigen.
·
Gangguan
perdarahan: Karena hati bertanggung jawab untuk memproduksi faktor pembekuan
darah, gagal hati akut akan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol,
biasanya di saluran pencernaan.
·
Infeksi:
Anda menjadi lebih berisiko untuk infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan
dan saluran kencing
·
Gagal
ginjal: Bila hati gagal, ginjal akan bekerja lebih keras dan sulit untuk
mengelola penyaringan racun dalam tubuh. Ini bisa menjadi organ berikutnya yang
gagal.
Komplikasi
dapat dicegah dengan mengelola risiko dan perkembangan kondisi Anda. Penting
untuk berbicara dengan dokter Anda untuk menemukan cara untuk mencegah
komplikasi ini.
Hidup
Dengan Penyakit Hati
Bagaimana
cara mengelola penyakit hati saya?
Jika
Anda memiliki penyakit hati, hati Anda akan melakukan tugasnya dengan lebih
mudah dan dapat memperbaiki beberapa kerusakan hati jika Anda memiliki pola
makan yang sehat. Diet yang tidak sehat dapat membuat kerja hati Anda lebih
keras dan dapat menyebabkan banyak kerusakan itu.
Bicarakan
dengan dokter Anda tentang jenis diet yang terbaik untuk Anda sehingga Anda
mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat.
Rekomendasi
umum untuk pasien dengan penyakit hati yang berat meliputi:
·
Makan
karbohidrat dalam jumlah besar. Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori
dalam diet ini.
·
Makan
asupan lemak dalam jumlah sedang, seperti yang ditentukan oleh dokter.
Peningkatan karbohidrat dan lemak membantu mencegah pemecahan protein dalam
hati.
·
Memiliki
sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti bahwa orang dengan
154-pound (70 kilogram) harus makan 70 gram protein per hari. Ini tidak
termasuk protein dari makanan dan sayuran bertepung. Seseorang dengan hati yang
rusak parah mungkin perlu makan lebih sedikit protein. Bicarakan dengan dokter
Anda tentang kebutuhan protein Anda.
·
Konsumsi
suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks.
·
Mengurangi
jumlah garam yang Anda konsumsi (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari)
jika Anda mempertahankan cairan.
Terimakasih Telah Mengunjungi Web Kami
By - Yudi Hartadi . SyncNet
No comments:
Post a Comment