BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permainan bola voli diciptakan oleh William G.
Morgan seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) di
YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).
Beliau dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal
pada tahun 1942.
YMCA (Young Men’s Christian Association)
merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran
pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus.
Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh
George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta
olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal
pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang
bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga
mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William
G.
Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield
College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah
diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga
permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan
dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan
Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan
menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola
tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota
YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat
tidak seaktif permainan bola basket.
Nama permainan in semula disebut “Minonette”
yang hampir serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak
terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran
jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan
kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar
mencapai cabang olah raga yang dipertandingkan.
Nama permainan kemudian menjadi “volley ball
yang artinya kurang lebih mem-volibola pada pada tahun 1896, pada demonstrasi
pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun
1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical
Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of
Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan
meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di
stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA,
Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani.
Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua
tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu,
Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat
dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut
penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak
pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan
tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar
tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain
(wilayah lawan).
Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan
nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I
tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara –negara Asia dan
Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia,
Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan Jerman.
Dalam perang dunia II permainan ini tersebar
luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II
prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedang di Negara lain
terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal.
Mengingat turnamen bola voli yang pertama
(1947) di Polandia pesertanya cukup banyak, maka pada tahun 1948 I.V.B.F
(international volley ball federation) didirikan yang beranggota 15 negara.
Indonesia mengenal permainan bola voli sejak
tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani
didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola
voli khususnya. Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak
andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan
bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar
kompeni-kompeni Belanda sendiri.
Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat
di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di
seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI
(persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan
kejuaraan nasional yang pertama.
PBVSI sejak itu aktif mengembangkan
kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai sekarang.
Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV
1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untuk wanitanya.
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam
PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962
perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub
bola voli di seluruh pelosok tanah air.
Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta
pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di
mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini
permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan
bulu tangkis.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah
perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior
Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal
3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano
Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto
Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang
kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam
kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :
1. Uni Sovyet
2. Jepang
3. Brazil
4. Bulagaria
5. Kuba
6. Yunani
7. Polandia
Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15.
Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum
PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik
dari jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya system kompetisi yang
berlangsung, sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar
negeri.
B. Rumusan Masalah
Adanya permainan bola voli yang sering
dimainkan maka menimbulkan pertanyaan diantaranya :
1. Apa peraturan dalam
permainan bola voli
2. Apa teknik dasar
dalam permainan bola voli
3. Apa yang dimaksud
smash dan bagaimana cara melakukan smash dalam permainan bola voli
4. Apa yang
dimaksud blok(bendungan) dan bagaimana cara melakukan block / bendungan
5. Bagaimana cara
melakukan kombinasi teknik dasar (tekni terpadu) dalampermainan bola voli
6. Bagaimana cara
melakukan teknik terpadu
C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1. Memenuhi salah satu
tugas mata pelajaran
2. Mengetahui hal
mengenai bola voli
D. Metode Penulisan
Metode yang di gunakan dalam pembuatan makalah
ini adalah dengan melakukanbrowsing atau mencari dari internet
dari berbagai web sebagai bahan dari
pembuatan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Bola voli adalah olahraga permainan yang
dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang
pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing
grup hanya memiliki dua orang pemain.
B. Peraturan
Permainan
Untuk dapat memainkan permainan bola voli
tidak dapat dilaksanakan denga asal-asalan begitu saja, namun harus mentaati
beberapa peraturan yang telah di tetapkan seperti posisi, cara bermainan,
lapangan, dan masih banyak lagi.
1. Lapangan
Lapangan permainan bola voli berbentuk
persegi panjang dengan ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, semua garis batas
lapangan, garis tengah, garis daerah serang adalah 3 m (daerah depan). Garis
batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu, cat/kapur, kertas
yang lebarnya tidak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli terbagi
menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah
lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama
besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah
pertahanan.
Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh
garis tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter.
2. Daerah Service
Daerah service adalah daerah selebar 9 meter
di belakang setiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek
sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan
dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas
daerah service, perpanjangan daerah service adalah kebelakang sampai batas
akhir daerah bebas.
3. Antene Rod
Di dalam pertandingan permainan bola
voli yang sifatnya nasional maupun internasional, di atas batas samping
jaring dipasang tongkat atau rod yang menonjol ke atas setinggi 80 cm
dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan fibergelas
dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras.
4. Bola
Bola harus bulat terbuat dari kulit yang
lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau
bahan yang sejenis. Warna bola harus satu warna atau kombinasi dari beberapa
warna. Bahan kulit sintetis dan kombinasi warna pada bola dipergunakan pada
pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB.
Keliling bola 64 – 67 cm dan beratnya 260 –
280 grm, tekanan didalam bola harus 0, 39 – 0, 325 kg/cm2 (4,26 – 4,61
Psi) (294,3 – 318,82 mbar/hpa.
5. Net
Jaring untuk permainan bola voli
berukuran tidak lebih dari 9,50 meter dan lebar tidak lebih dari 1,00 meter
dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk
putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih
selebar 5 cm.
6. Jumlah Pemain
Jumlah pemain dalam lapangan permainan
sebanyak 6 orang setiap regu dan ditambah 5 orang sebagai pemain cadangan dan
satu orang pemain libero. Satu tim maksimal terdiri dari 12 pemain, saru coach,
satu sistem coach, satu trainer, dan satu dokter medis, kecuali libero, satu
dari para pemain adalah kapten tim, dia harus diberi tanda dalam score sheet.
7. Pergeseran Pemain
Jika regu penerima servis berhasil mematikan
bola di lapangan lawan, maka permain bergeser satu posisi searah jarum jam
(misalnya : posisi satu ke posisi enam, posisi enam ke posisi lima, posisi lima
ke posisi empat, dan seterusnya)
8. Game/Set
Permainan ditentukan dengan game/set. Regu
yang memperoleh/ mengumpulkan angka 25 terlebih dahulu adalah pemenang dalam
game tersebut. Jika kedudukkan angka 24 – 24, maka dinyatakan jus (deuce) dan
regu yang memperoleh selisih dua angka terlebih dahulu adalah pemenangnya.
Kemenangan regu bola voli ditentukan dengan
dua sistem:
a. Sistem Two Winning
Set yaitu setiap regu dikatakan menang bila telah memenangkan dua set.
b. Sistem Three Winning
Set yaitu regu dikatakan menanng bila memenangkan tiga set.
9. Memainkan Bola
a. Suatu regu berhak
memukul / memainkan bola maksimal 3 kali (disamping blok)
b. Seorang permain
boleh memukul / memainkan bola dua kali berturut – turut (kecuali memblok /
membendung)
c. Permain
diperbolehkan memainkan bola menggunakan seluruh bagian tubuh (misalnya : kaki,
kepala) dengan catatan pantulan bola sempurna / tidak berhenti.
d. Dua atau tiga permain
boleh memukul bola pada saat yang sama (serentak)dan hal itu di hitung sebagai
dua atau tiga kali pukulan (kecuali membendung)
e. Jika dua atau tiga
permain menjangkau bola tetapi hanya satu permain yang memukulnya maka dihitung
satu pukulan
10. Permainan Dekat Net
a. Seorang pembendung
(bloker) boleh menyentuh bola di daerah lawan, asal tidak menggangu permain
lawan (menyentuh bola sebelum dipukul lawan)
b. Setelah melakukan
serangan (smash) tangan boleh melewati net / masuk ke daerah lawan
c. Boleh melewati ruang
permain lawan di bawah net, asalkan tidak mengganggu permain lawan
d. Tidak noleh menyentuh /
menginjak garis tengah
e. Bagian dari badan
tidak boleh menyentuh lapangn lawan
11. Bola Keluar
Bola dinyatakan keluar apabila :
a. Jatuh seluruhnya di sisi luar garis –
garis batas lapangan
b. Menyentuh bola diluar lapangan
c. Menyentuh antena , tali, tiang atau
net di luar batas antenna
12. Kesalahan
– Kesalahan Pada Saat Bermain
a. Pemain menyentuh net atau melewati
garis batas tengah lapangan lawan.
b. Tidak boleh melempar ataupun menangkap
bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
c. Bola yang dipantulkan keluar dari
lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
d. Pada sat servis bola yang melewati lapangan
dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan
yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
e. Seluruh pemain harus berada di dalam
lapangan pada saat serve dilakukan.
f. Pemain melakukan spike di atas
lapangan lawan.
g. Seluruh bagian tubuh legal untuk
memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
h. Para pemain dan lawan mengenai net 2
kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults. Setiap team
diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila
dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh
meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13. Time out
dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit. Diluar
dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan
international.
13. Kesalahan
– kesalahan pada saat servis
a. Bola servis menyentuh antenna
b. Pada saat memukul bola , kaki
menginjak garis lapangan
c. Bola tidak dilambungkan terlebih
dahulu
d. Bola dipukul keluar lapangan
e. Mengulur – ulurkan waktu /
memperlambat permainan
f. Servis dari luar garis
perpanjangan lapangan.
C. Teknik Dasar Permainan
Bola Voli
1. Servis
Tennis (Tennis Service)
a. Sikap pemulaan
Berdiri dengan kaki kiri ke depan, bola di
pegang dengan dua tangan (tangan kiri menyangga bola dan tangan kanan memengang
bagian atas).
b. Pelaksanaan
Bola dilambungkan dengan tangan kiri ke atas
kurang lebih meter di atas kepala. Tangan kanan segera ditarik kebelakang
atas kepala , telapak tangan menghadap ke depan. Kemudian bola dipukul dengan
tangan pada bagian belakang atas, dibantu dengan lecutan pergelangan tangan,
sehingga jalannya bola top spin (berputar ke depan). Gerakan diakhiri dengan
melangkahkan kaki ke depan.
2. Servis
Mengapung (Floating Service)
Floating service atau servis mengapung adalah jenis servis
dimana jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran
(bola berjalan mengapung atau mengambang).
a. Sikap permulaan
Berdiri dengan kaki kiri ke depan , bola
dipengan dengan tangan kiri, tangan kanan berada di samping atas kepala
setinggi pelipis.
b. Pelaksanaan
Bola dilambungkan dengan tangan kiri
tidak terlalu tinggi ke atas kanan. Begitu bola melambung ke atas setinggi
kepala, bola segera di pukul dengan tangan kanan di bagian tengah belakang.
Pada saat memukul bola tidak ada gerakkan/lecutan pergelangan tangan, sehingga
jalannya mengapung/mengambang. Gerakkan diakhiri dengan melangkahkan kaki ke
depan.
Pada servis mengapung sikap tangan dalam
keadaan menggenggam atau ibu jari dilipat ke dalam menempel pada telapak
tangan.
D. Teknik Dasar Smash
Smash adalah memukul bola yang dilakukan di
atas net dengan kuat dan keras hingga bola jatuh menukik di lapangan lawan, dan
sulit untuk dikembalikkan /diterima. Smash sendiri merupakan rangkaian gerakkan
yang komplek terdiri dari empat tahap sehingga diperlukan koordinasi gerakkan
yang baik untuk melakukannya. Keempat tahapan smash tersebut adalah:
1. Langkah awalan
Diawali dengan sikap berdiri agak serong,
dengan jarak 2 – 4 m dari net. Langkahkan kaki ke depan kaki kiri diikuti
dengan kaki kanan dan langkah panjang kaki kiri dengan posisi terakhir kaki
hampir sejajar untuk ditekuk/ posisi badan merendah.
2. Tolakan/tumpuan
Sambil merendahkan badan kedua lengan di
belakang badan, segera lakukan tolakan ke atas dengan kuat sambil mengayun
lengan ke depan atas, tangan kanan berada di samping atas kepala.
3. Perkenalan bola
Perkenalan/pukulan bola dilakukan saat
mencapai titik tertinggi dari loncatan, jarak bola satu jangkauan tangan,
posisi bola tepat di depan atas kepala. Lakukan pukulan di bagian atas belakang
bola dengan telapak tangan terbuka disertai dengan lecutan tangan hingga
menghasilkan bola top spin.
4. Pendaratan.
Pendaratan dengan kedua kaki sejajar disertai
gerakan ngeper pada kedua lutut, dan tetep menjaga keseimbangan untuk segera
kembali pada sikap siap normal
E. Teknik
dasar memblok (membendung)
Merupakan salah satu teknik bertahan yang
dilakukan di atas net, dengan cara melompat sambil menjulurkan kedua tangan
untuk menahan smash lawan.
Ada dua teknik blok, yaitu :
1. Block aktif
Di mana saat melakukan block kedua tangan
dengan kuat menahan bola dan saat perkenaan tangan tangan aktif menekan bola ke
bawah.
2. Block pasif
Dimana saat melakukan tangan dijulurkan kdekat
net tanpa disertai gerakkan apapun. Cara ini dilakukan oleh pemain dengan
postur tubuh pendek dengan keterbatasan jangkauan tangan.
Block yang baik sangat efektif untuk melakukan
pertahanan smash lawan kkarena dapat dilakukan secara perorangan maupun
berpasangan dua atau tiga pemain sekaligus.
Teknik melakukan block / bendungan.
1. Sikap awal
Berdiri menghadap net kaki sejajar kedua
tangan di depan dada, lutut ditekuk badan agak condong ke depan. Pandangan
fokus ke arah bola dan pergerakkan smasher lawan.
2. Pelaksanaan
Lakukan tolakan dengan kuat kedua tangan
dijulurkan ke atas net selebar bahu telapak jari–jari terbuka. Arahkan tangan
ke daerah perkiraan lintasan bola/smash lawan. Saat perkenaan jari – jari
ditegangkan agar kuat menahan smash lawan.
3. Gerakan akhir
Lakukan pendaratan dengan kedua kaki disertai
gerakan ngeper pada lutut, seimbangan tetap terjaga dan segera mengambil posisi
siap kembali pada permainan.
F. Kombinasi
Teknik Dasar (Teknik Terpadu)
Teknik terpadu atau latihan kombinasi
merupakan bentuk latihan dengan mengkombinasikan beberapa unsur teknik dasar
permainan voli yang ada.
Contohnya:
1. Latihan Kombinasi Passing Atas Dan
Passing Bawah
Cara melakukannya :
a. Lakukan passing atas
tegak lurus setelah bola turun lakukan pula passing bawah dan setelah bola
naik/ melambung ke atas dan seterusnya.
b. Untuk tahap pertama
dilakukan di tempat dan tahap kedua lakukan sambil berjalan.
2. Latihan Kombinasi
Servis, Smash, Dan Passing Bawah
Cara melakukannya:
a. Pemainan
1 melakukan servis atas/ smash
b. Pemain 2
melakukan passing bawah kea rah pemain 3
c. Pemain
3 menangkap bola dan meneruskannya pada pemain 4 dengan digulirkan
d. Setiap
pemain setelah menyentuh bola langsung bergerak lari berpindah tempat.
G. Posisi
Pemain
Posisi pemain bola voli dibagimenjadi dua kelompok yaitu :
1. Pemain posisi depan
3 orang yaitu posisi 2, 3, dan 4
2. Pemain posisi belakang 3 orang yaitu posisi 1, 6,
dan 5
Posisi 2, 3, dan 4 bertugas sebagai penyerang
sekaligus pertahanan di daerah atas net (blok). Posisi 5, 6, dan 1 bertugas
sebagai pertahanan di daerah belakang dan tidak boleh melakukan blok maupun
serangan dari daerah depan. Posisi 1 melakukan servis pada awal permainan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam pemainan dan olahraga bola voli dapat
membuat tubuh menjadi sehat karena mengeluarkan keringat dari tubuh. Bola voli
juga dapat mehilangkan atau menghidari kejenuhan siswa / siswi dalam
mempelajari teknik dasar pemain bola voli. Karena, pemainan dan olahraga bola
voli mempunyai peraturan yang dimodifikasi yang membuat siswa / siswi dapat
mehilangkan atau menghindari kejenuhan ketika belajar atau memainkan permainan
atau olahraga bola voli ini.
B. Saran
Dalam rangkah memainkan permainan bola voli
ini, permainan ini dapat dilakukan dengan cara membuat lapangan kecil dengan
teknik passing bawah dan cara servis tangan bawah , dan hendaklah dalam
permainan atau olahraga bola voli ini ditekankan penggunaan teknik yang benar
dan terarah sehingga bisa lebih meningkatkan penguasaan teknik nya dalam
permainan bola voli itu sendiri. Dan bagi orang yang kelebihan lemak, mungkin
dengan memainkan permainan bola voli ini bisa membakar lemak karena hasil
pembakaran yaitu dengan mengeluarkan keringat bias sedikit demi sedikit membuat
kita mempunyai tubuh yang ideal.
DAFTAR PUSTAKA
http://dilaguntur.blogspot.com/2011/08/macam-macam-teknik-servis-dalam.html
http://olympiadchild.blogspot.com/2013/04/pengertian-olahraga-voli-dan-sejarahnya.html
http://ajiezaenulamry.blogspot.com/2015/02/makalah-tentang-permainan-bola-voli.html
http://ajiezaenulamry.blogspot.com/2015/02/makalah-tentang-permainan-bola-voli.html
Terimakasih Telah Mengunjungi Web Kami
By - Yudi Hartadi . SyncNet